Artikel dan Pendapat Mengenai Profesionalisme

image

Nama    : Nisa Nevianingtias

Nim        : 17211067

Profesionalisme merupakan salah satu pilar strategi dalam pembangunan kesehatan, untuk menjadi seorang tenaga kesehatan yang profesional harus mengikuti kemajuan teknologi, peningkatan pengetahuan dan keterampilan”. Demikian disampaikan Karumkital Kupang Letkol laut (K) Djoko Kriswanto ST, M.MT (https://lantamal7-koarmada2.tnial.mil.id/Berita/tabid/68/articleType/ArticleView/articleId/157/Default.aspx)

Profesionalisme adalah suatu sikap yang perlu dimiliki oleh seseorang dalam dunia kerja. Profesionalisme kerap menjadi salah satu hal yang dipelajari saat duduk di bangku kuliah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), profesionalisme diartikan sebagai mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional. Profesionalisme juga dapat dimaknai sebagai sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi, agar senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kemampuannya sesuai aturan serta etika yang berlaku. (https://kumparan.com/berita-bisnis/pengertian-profesionalisme-ciri-ciri-dan-prinsip-dasarnya-20Ste97bnKv/1)

Profesionalisme yang di maksud adalah bagaimana seorang karyawan bisa menempatkan dirinya selama berada dalam lingkup kerja maupun luar lingkup kerja. Bagaimana seorang karyawan bisa menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, tepat waktu dan memiliki nilai integritas. Integritas sendiri dapat berkaitan dengan sifat dan karakter dari seseorang. Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh karyawan juga bagaimana dia bisa memanajemen emosi serta pikirannya atau membedakan hal pribadi dengan pekerjaaan. Karena seperti yang kita ketahui, setiap orang pasti mempunyai permasalahan hidupnya masing-masing di mana karyawan tersebut dituntut agar pekerjaannya tidak terbengkalai dikarenakan permasalahan internal. (https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/15704/PROFESIONALISME-KERJA-DALAM-KEMAJUAN-LEMBAGA.html)

 

Jadi menurut pendapat saya dari masing-masing artikel tersebut

Ketiga teks tersebut mencakup berbagai aspek profesionalisme, mulai dari keterampilan dan pengetahuan teknis hingga komitmen dan etika, pengendalian diri, dan integritas. Hal ini menunjukkan bahwa menjadi seorang profesional tidak hanya sekedar keterampilan, namun juga pola pikir, etos kerja, dan keseimbangan personal-profesional. Pernyataan ini sangat relevan dengan dunia kesehatan yang  berkembang pesat. Kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi baru dan terus memperbarui pengetahuan adalah kunci dalam menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas. Definisi-definisi ini dengan jelas menunjukkan apa itu profesionalisme. Namun perlu diingat bahwa profesionalisme tidak hanya sekedar teori, namun juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.